Jumat, 19 November 2010

kaos oblong jogja

dimulai dari rumah didalan gang pilahan kotagede

proses film



obras jahit, bordier komputer

teknik sablon framedan knock
hasil oye keren

jogja bikin kaos pak agus, mas rendra






Selasa, 09 November 2010

RENDRA


nama : muahmmad Alfian rendra saputra
rendra
jalan gedong kuning selatan kg 1/891 kotagede
ownwer rendra visual garment
owner sixgreen.com online store
Account executive ruang visual marketing communication
designer rmagz digital magazine
Advertising 08 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Pengalaman kerja : Black box Indonesia (marketing)
broker percetakan djogja
pengalaman organisasi
Dewan siswa 06 Mayoga Man Yogyakarta 3
panita PDT DKC bidang agama lupa taunnya
pemenang juara 2 porseni nasyid yogyakarta
pencak silat merpati putih 2006/2005
ketua SKN sekolah kerja nyata di cangkringan sleman Yogyakarta lereng merapi
ketua umum forum komunikasi osis DIY versi magistra utama
young eterpreneur 2010 TDA (tangan di atas) Yogyakarta
Digimagz (digital magazine UMY), CEO
PLAY pelajar lintas agama yogya versi depag
wakil ketua angkatan upn v komunikasi 08
panitia dies natalis fisip family UPN V
TEATER MANTEL, TEATER UKM UPN
KPM UMY, KOPMA UMY
REMAJA MASJID PILAHAN

Sabtu, 30 Oktober 2010

jenis lay out iklan cetak


klik untuk memperbesar gambar ( alur kerja biro iklan) full service

JENIS LAY OUT IKLAN CETAK


1. MONDRIAN LAY OUT
Mengacu pada konsep seorang pelukis Belanda bernama Piet Mondrian, yaitu: penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square/landscape/portait, dimana masing-masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian dan memuat gambar/copy yang saling berpadu sehingga membentuk suatu komposisi yang konseptual.

2. MULTI PANEL LAY OUT
Bentuk iklan dimana dalam satu bidang penyajian dibagi menjadi beberapa tema visual dalam bentuk yang sama (square/double square semuanya).

3. PICTURE WINDOW LAY OUT
Tata letak iklan dimana produk yang diiklankan ditampilkan secara close up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau juga bisa menggunakan model (public figure)

4. COPY HEAVY LAY OUT
Tata letaknya mengutamakan pada bentuk copy writing (naskah iklan) atau dengan kata lain komposisi lay out nya didominasi oleh penyajian teks (copy)

5. FRAME LAY OUT
Suatu tampilan iklan dimana border/bingkai/frame nya membentuk suatu naratif (mempunyai cerita)

6. SHILHOUTTE LAY OUT
Sajian iklan yang berupa gambar ilustrasi atau tehnik fotografi dimana hanya ditonjolkan bayangannya saja. Penyajian bisa berupa Text-Rap/warna spot color yang berbentuk gambar ilustrasi atau pantulan sinar seadanya dengan tehnik fotografi.

7. TYPE SPECIMEN LAY OUT
Tata letak iklan yang hanya menekankan pada penampilan jenis huruf dengan point size yang besar. Pada umumnya hanya berupa Head Line saja.

8. SIRCUS LAY OUT
Penyajian iklan yang tata letaknya tidak mengacu pada ketentuan baku. Komposisi gambar visualnya, bahkan kadang-kadang teks dan susunannya tidak beraturan.

9. JUMBLE LAY OUT
Penyajian iklan yang merupakan kebalikan dari sircus lay out, yaitu komposisi beberapa gambar dan teksnya disusun secara teratur.

10. GRID LAY OUT
Suatu tata letak iklan yang mengacu pada konsep grid, yaitu desain iklan tersebut seolah-olah bagian per bagian (gambar atau teks) berada di dalam skala grid.

11. BLEED LAY OUT
Sajian iklan dimana sekeliling bidang menggunakan frame (seolah-olah belum dipotong pinggirnya). Catatan: Bleed artinya belum dipotong menurut pas cruis (utuh) kalau Trim sudah dipotong.

12. VERTICAL PANEL LAY OUT
Tata letaknya menghadirkan garis pemisah secara vertical dan membagi lay out iklan tersebut.

13. ALPHABET INSPIRED LAY OUT
Tata letak iklan yang menekankan pada susunan huruf atau angka yang berurutan atau membentuk suatu kata dan diimprovisasikan sehingga menimbulkan kesan narasi (cerita).

14. ANGULAR LAY OUT
Penyajian iklan dengan susunan elemen visualnya membentuk sudut kemiringan, biasanya membentuk sudut antara 40-70 derajat.

15. INFORMAL BALANCE LAY OUT
Tata letak iklan yang tampilan elemen visualnya merupakan suatu perbandingan yang tidak seimbang.

16. BRACE LAY OUT
Unsur-unsur dalam tata letak iklan membentuk letter L (L-Shape). Posisi bentuk L nya bisa tebalik, dan dimuka bentuk L tersebut dibiarkan kosong.

17. TWO MORTISES LAY OUT
Penyajian bentuk iklan yang penggarapannya menghadirkan dua inset yang masing-masing memvisualkan secara diskriptif mengenai hasil penggunaan/detail dari produk yang ditawarkan.

18. QUADRAN LAY OUT
Bentuk tampilan iklan yang gambarnya dibagi menjadi empat bagian dengan volume/isi yang berbeda. Misalnya kotak pertama 45%, kedua 5%, ketiga 12%, dan keempat 38%. (mempunyai perbedaan yang menyolok apabila dibagi empat sama besar).

19. COMIC STRIPS LAY OUT
Penyajian iklan yang dirancang secara kreatif sehingga merupakan bentuk media komik, lengkap dengan captions nya.

20. REBUS LAY OUT
Susunan lay out iklan yang menampilkan perpaduan gambar dan teks sehingga membentuk suatu cerita.(info)

sumber: www.komvis.com



Rabu, 29 September 2010

Kreatiflah, Bisnis pun Jadi


Anda bisa memulai bisnis dengan hanya sebuah ide, tanpa keluar uang sendiri. Bagaimana caranya? Kemas ide Anda kemudian tawarkan kerja sama kepada orang lain. Ide dari Anda dan uang dari orang lain bisa merupakan strategi bisnis dengan modal dengkul.

Namun perlu hati-hati saat bertemu orang yang tidak menghargai ide orang lain, ide Anda bisa dicuri dan dia membangun bisnis sendiri dengan ide cemerlang Anda. Cara mengatasinya ialah jangan sampai semua detil ide Anda diberitahukan kepada orang lain, kemudian kuasailah keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan ide tersebut. Akan lebih baik jika keterampilan tersebut merupakan bakat unik Anda.

Cara ketiga untuk melindungi ide Anda ialah dengan melindunginya secara hukum, bisa dengan hak cipta, hak paten, atau merk dagang (pilih yang cocok dengan ide Anda). Memang memerlukan biaya, tetapi akan sangat berguna untuk melindungi ide Anda yang mungkin bernilai jutaan atau milyaran, siapa tahu?

Setelah ide Anda dilindungi, kemudian kemaslah dalam bentuk proposal bisnis untuk diajukan kepada orang yang memiliki prospek untuk mendanai usaha Anda. Tunjukkan peluang keberhasilan dari ide Anda disertai dengan alasan-alasan yang kuat. Jika ide Anda memang memberikan potensi keuntungan besar, orang akan tertarik untuk menanamkan uangnya kepada Anda. Jika tidak ada yang tertarik, mungkin ide atau cara pengemasan ide Anda masih kurang meyakinkan, perbaiki lagi dan coba lagi.

Contoh nyata dari strategi ini ialah Kol Sanders, penemu KFC. Yang dia miliki hanya sebuah resep goreng ayam, kemudian dia tawarkan ke ratusan restoran. Tidak mudah memang, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan pada akhirnya dia berhasil juga sebagaimana yang kita lihat saat ini. Jika dia yang sudah kakek-kakek bisa, kenapa kita tidak?

Kesimpulannya, kreatiflah, carilah ide-ide brilian yang bisa menghasilkan uang, kemudian carilah orang berduit untuk mendukung bisnis Anda. Carilah terus sampai Anda berhasil dan jangan mudah menyerah.

sumber
http://kreativitas.blogspot.com

Rabu, 25 Agustus 2010

tugas bina usaha UMY


klien target harisma komputer jl.c simanjuntak

DOLANAN ADVERTISING

TUGAS 6 OKTOBER 2010 (PAPER CLIEN BRIEF)
UNSUR P 4 (PRODUCT, PRICE, PLACE, PROMOTION)
TARGET BERIKLAN (AWARNER BRAND OR SELLING)
POSISIONING DAN SEGMENTASI PRODUK
DATA BASE DETAIL INFORMATION

PROMOTION MIX(ADVER,PIAR,PERSONAL SELLING)
SEJARAH PERUSAHAAN KLIEN (PEMILIK,BERDIRI, TEMPAT DISTRIBUSI/CABANG)
STRUKTUR ORGANISASI, BAGAIMANA PEMASARANNYA, PRODUK BAGAIMANA, PACKING, VARIASI,KOMPETITOR,HARGA/DAFTAR HARGA), PERSEN KEUNTUNGAN
PROMOTION YANG SUDAH DILAKUKAN SELAMA INI.
P4 KOMPETITOR , ANALISIS SWOT (KEKUATAN,KELEMAHAN,KESEMPATAN,ANCAMAN)
PELAJARI KARAKTER KLIEN, LAKUKAN RISET KECIL,
PRILAKU KONSUMEN,


TUGAS TGL 13
BUAT RISET PAPER UNTUNG MENENTUKAN LANGKAH2 YG DIAMBIL, ACUAN DRAF, ANALISIS, KOMPETITOR RISET,


TANGGAL 3

CWP(CREATIVE WORK PLAN)

KEY EFEK
PROBLEM CREATIVE STRATEGI(DEMOGRAFI,SES,LIFE STYLE, STATUS SOSIAL, TARGET PENCAPAIAN)
KOMPETITOR PRODUK HARGA DAN ANALISIS
TONE AND MANER
KOMPETITOR UTAMA SAPA
PROMISE
MANDATORIS

Selasa, 24 Agustus 2010

belajar iklan


Account Executive tugasnya adalah sebagai berikut:

1. Mendiskusikan dengan klien dan sumber lainnya tentang produk yang akan diiklankan serta informasi lain seperti perincian mengenai perusahaan dan produknya, anggaran dan goal pemasaran, dan riset pemasaran

2. Berdasarkan permintaan klien, mengarahkan spesialis lainnya dalam agency, misalnya tim kreatif perancang media dan periset, untuk mengembangkan perincian kampanye

3. Mempresentasikan draft kasar kampanye dan ringkasan anggaran awal kepada klien serta melakukan negosiasi dan penyusunan jika diperlukan

4. Melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap pekerjaan yang dilakukan departemen terkait agar perkembangan kampanye sesuai rencana, tenggat waktu, dan anggaran

5. Menjaga hubungan dengan klien selama proyek berlangsung dan menyelesaikan permasalahan yang timbul secepat mungkin

6. Membantu klien dalam perencanaan strategi pemasaran Advertising account executive biasanya bekerja dalam suatu tim dan menjadi orang yang paling sering berhubungan dengan klien. Fokus pekerjaan advertising account executive terletak pada kompetisi untuk rekening klien dan untuk memenuhi permintaan klien, tidak jarang, dalam jangka waktu yang ketat.

Persyaratan personal:
1. kreativitas
2. imajinasi
3. menguasai cara berkomunikasi dengan baik
4. menguasai pengorganisasian
5. mampu bekerja di bawah tekanan
6. kemampuan analisa

2. BIRO IKLAN

Biro iklan merupakan perusahaan yang membantu pengiklan dalam menganalisis peluang, mengembangkan kreasi, mendesain iklan, serta memasukkan iklan pada media yang tersedia. Dengan demikian, biro iklan berhubungan dengan pengiklan di satu pihak dan media di pihak lain.


Di Indonesia, ruang lingkup pekerjaan yang ditangani sebuah biro iklan, umumnya meliputi hal-hal berikut ini (Kasali 1995: 27-28).

a. Analisis Industri.

Biro iklan menganalisis sejauh mana prospek pengiklan dalam pasar, domestik atau ekspor. Apakah produk pengiklan sudah mendapat perhatian dari pemerintah sebagai penunjang ekonomi nasional ataukah belum.

b. Analisis Produk dan Konsumen Biro iklan menganalisis berapa besar potensi pasar produk dan bagaimana pola konsumsi yang berlaku.

c. Analisis Pasar Biro iklan harus mampu melihat peluang pasar dan mengisi celah-celah dalam persaingan, termasuk identifikasi pesaing dan berapa besar pangsa pasar masing-masing. Kekuatan dan kelemahan masing-masing diidentifikasi untuk menentukan strategi promosi dan periklanan.

d. Analisis Sasaran Konsumen Biro iklan harus mengetahui persepsi konsumen terhadap produk dan pola konsumsi yang berlaku secara lebih terinci.

d. Tujuan dan Strategi pemasaran Tujuan dan strategi pemasaran biasanya ditetapkan oleh biro iklan karena pengiklan kurang memahami soal ini.

e. Penetapan Tujuan Periklanan. Tujuan periklanan harus disesuaikan dengan kondisi produk di pasar. Biro iklan akan menetapkan tujuan periklanan berdasarkan tujuan dan strategi pemasaran. Misalnya, untuk produk baru sasaran iklan adalah membina kesadaran konsumen akan adanya tawaran baru. Untuk produk yang sudah mapan sasaran iklan adalah meningkatkan pangsa pasar, dengan memperkuat preferensi merk agar banyak yang sadar dan mau mengganti pilihan. Untuk produk yang memiliki banyak kompetitor, sasaran iklan adalah mengimbangi persaingan dengan meningkatkan kesetiaan pada merk melalui berbagai cara promosi.

Strategi Kreatif

f. Biro iklan bertugas melakukan strategi kreatif, yaitu menjabarkan tujuan periklanan untuk diterjemahkan menjadi pesan perdagangan. Hasil strategi kreatif ini akan muncul dalam bentuk materi iklan yang siap dipublikasikan

g. Strategi Media Biro iklan bertugas memilih media publikasi sesuai dengan tujuan periklanan dan materi iklan yang disiapkan. Terdapat beberapa media yang dapat dipilih, yaitu:· media cetak : surat kabar, majalah· media radio· media televisi, bioskop, video· media luar ruang: papareklame, poster, spanduk, deon, dan lain-lain. Dalam sebuah Biro Iklan, terdapat departemen-departemen kerja untuk menjalankan tugas-tugas seperti di atas.

h. Departemen Bina UsahaDepartemen ini disebut juga Client Service Departement atau Account Service Departement. Di sinilah mereka yang berkualifikasi sebagai Account Executive, Account Supervisor, dan Account Director berada. Merekalah orang yang ditunjuk perusahaan biro iklan sebagai penghubung dalam melayani klien (pengiklan). Account Executive ini menduduki posisi yang unik. Bila ia berada di kantor klien, dia adalah representatif dari biro iklan, tempatnya bekerja dan menerima gaji. Namun, di biro iklan tempat ia bekerja , dia merupakan representatif dari klien. Dialah orang yang paling tahu urusan klien. Dia pula yang selalu memikirkan kepentingan klien.
Karena posisinya yang unik itulah , ia harus benar-benar mengerti kepentingan klien (khususnya di bidang pemasarannya). Namun, tentu saja dia tidak boleh melupakan kepentingannya sendiri.
Dalam sebuah perusahaan biro iklan departemen ini sering diberi julukan ujung tombak perusahaan.

b. Departemen Kreatif Depertemen ini disebut juga Creatif Departement yang dipimpin oleh seorang Pengarah Kreatif atau Creative Director. Apabila Departemen Bina Usaha disebut sebagai ujung tombak perusahaan, maka departemen kreatif ini disebut dapurnya perusahaan. Di sinilah Pesan-pesan periklanan untuk berbagai media diciptakan, digodok, dan dikembangkan untuk disampaikan kepada target audience melalui media yang dipilih. Di dalam departemen ini bekerjalah orang-orang yang berprofesi sebagai:

1. Copywriter, orang yang keahlian utamanya adalah menulis. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dasar mengolah bahasa untuk menterjemahkan pesan-pesan perdagangan. Dalam profesi inilah, alumni mahasiswa jurusan bahasa dan sastra dapat bergabung.

2. Art Director, orang yang keahlian utamanya menggambar atau merancang tata letak. Orang yang berprofesi sebagai art director mememiliki pengetahuan atau latar belakang pendidikan rancang grafis.

Dalam departemen kreatif tugas copywriter dan art director dapat digambar-kan sebagai dua sisi dalam satu keping mata uang. Mereka harus dapat bekerja sama menerjemahkan pesan perdagangan ke dalam satu ide yang melahirkan sebuah bentuk iklan. Sebelum dimuat atau ditayangkan di media, hasil dari kerja petugas departemen kreatif ini harus disetujui oleh klien (pengiklan). Dialah yang membayar semua kampanye iklan.

c. Departemen Media Bentuk iklan yang sudah dibuat oleh orang-orang di departemen kreatif tentunya memerlukan media untuk sampai kepada khalayak sasaran. Depatemen inilah yang mengevalusasi, merencanakan, dan memilih media apa saja, kapan, dan berapa sering pesan iklan itu harus dimuat atau dipasang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Di departemen ini bekerjalah Media Planner, Media Buyer, dan Media Director yang bersama-sama dengan Account Director dan Creative Director , merancang dan menentukan strategi media untuk suatu kampanye iklan. Strategi ini, tentunya harus disetujui klien sebelum dilaksanakan.

Para petugas di departemen media harus pandai bernegosiasi bisnis dengan perusahaan media (surat kabar, majalah, radio, televisi, dll) karena dari sinilah sumber pemasukan keuangan yang utama bagi biro iklan. Biro iklan memperoleh sejumlah komisi dari media untuk iklan-iklan yang mereka pasang di media tersebut. Dengan demikian, sesungguhnya departemen media ini merupakan profit center sehingga ada biro iklan yang menjadikan departemen ini sebagai badan usaha yang terpisah dan berdiri sendiri.

d. Departemen Research dan Monitoring Mengingat bahwa tugas biro iklan juga meliputi analisis industri, produk dan konsumen, pasar, dan sasaran konsumen; maka beberapa biro iklan besar di Indonesia mempunyai departemen yang khusus melakukan research dan monitoring.

Riset tersebut bisa dilakukan sebelum maupun sesudah kampanye periklanan dilancarkan. Klien-klien dari perusahaan multinasional yang selalu berpedoman pada efisiensi, biasanya tidak mau ambil resiko untuk membuat kampanye periklanan dengan cara spekulatif atau untung-untungan. Kampanye periklanan biasanya membutuhkan biaya besar. Itulah sebabnya mereka bisa melakukan survei terlebih dahulu sebelum sebuah konsep komunikasi pemasaran dilancarkan.

3. MEDIA Media merupakan perusahaan yang menjual ruang dan waktu untuk iklan. Perusahaan itu ada yang mengelola surat kabar, majalah, stasiun radio, stasiun televisi, atau media luar ruang.

Dewasa ini pihak media tidak lagi dapat duduk nyaman di belakang meja menanti datangnya iklan. Persaingan ketat antarmedia membuat pihak media berusaha keras untuk mencari peluang dan mengejar klien agar memanfaatkan medianya. Hal ini disebabkan sumber utama pemasukan uang adalah iklan. Oleh sebab itu, perusahaan media mempunyai bagian yang disebut manajer iklan dan manajer pemasaran yang bertugas menyusun dummy (untuk media cetak) atau programa (untuk media radio/televisi), serta mencari sponsor baik secara langsung maupun melalui iklan.
Tarif yang dikenakan tergantung pada kualitas dan permintaan:

a. Kualitas Hal ini berkaitan dengan mutu cetak/warna/ acara yang menarik oleh penulis atau pembawa acara yang dikenal.

b. Permintaan Hal ini berakitan dengan tempat atau waktu yang strategis dan banyak dibaca/didengar/ditonton orang. Suatu kolom dalam surat kabar yang bantak dibaca orang, suatu program di radio dan di televisi yang banyak didengar atau ditonton orang -- membuat tarif iklan semakin tinggi. Tiga komponen di atas, yaitu pengiklan, biro iklan, dan media merupakan inti dalam jalingan periklanan. Karena itulah komponen ini sering disebut dengan triparkit. Ketiga komponen ini masing-masing mengembangkan prosesinya sendiri. Namun demikian, dalam dunia periklanan terdapat komponen lain yang mempengruhi munculnya iklan di luar komponen triparkit tersebut. Mereka adalah pemerintah dan konsumen.

4. PEMERINTAH Terdapat pengawas yaitu pemerintah yang berinteraksi dengan atau mempengaruhi aktivitas mengambilan keputusan pengiklan dengan berbagai cara. Kebanyakan produk, dalam praktik pengiklanannya dibatasi oleh serangkaian aturan pemerintah. Hal ini menyangkut berbagai kepentingan seperti norma-norma kesusilaan, kesehatan, keselamatan penggunaan, ataupun pemerataan pendapatan (kesenjangan kaya miskin). Pemerintah, tahun 1981, yang saat itu diwakili oleh Departemen Penerangan bekerja sama dengan:

a. ASPINDO (Asosiasi Pemrakarsa dan Penyantun Iklan Indonesia), mewakili pengiklan ,

b. P3I (Persatuaan Perusahaan Periklanan Indonesia), mewakili biro iklan,

c. BPMN/SPS (Badan Periklanan Media/Serikat Penerbit Surat Kabar), mewakili pemilik media cetak,

d. PRSSNI (Persatuan Pengusaha Siaran Radio Swasta Niaga Indonesia), mewakili pemilik radio,

e. GPSI (Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia), mewakili pemilik bioskop --

merancang dan menuyusun kode etik periklanan yang diberi nama Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia. Kode etik ini dari waktu ke waktu mengalami perbaikan hingga saat ini yang dikenal adalah Tata Krama dan Tata Cara Periklanan di Indonesia yang Disempurnakan.Kode etik ini menjadi acuan bersama bagi para pengiklan, biro iklan, dan media menjalankan profesinya.

Dalam dunia periklanan yang menjadi target audience-nya adalah konsumen. Dengan demikian, konsumen harus diperhatikan oleh pengiklan, biro iklan, dan media. Untuk itu, pemerintah melindungi konsumen dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Iklan yang dibuat tidak boleh melanggar kode etik dan Undang-undang ini.

4. KONSUMEN Dalam jaringan periklanan konsumen merupakan target audience yang harus dicermati dengan seksama karena kepada merekalah iklan itu dikomunikasikan. Terdapat perbedaan kelompok konsumen sehingga konsep iklan pun seharusnya berbeda untuk kelompok konsumen yang berbeda. Sebuah produk makanan atau minuman untuk kelompok pekerja tentu tidak boleh disamakan dengan kata-kata dan kailmat yang cocok untuk golongan sopir atau pekerja kasar.

komunitas

komunitas TDA



komunitas captain jack

Rabu, 19 Mei 2010

buku tahunan mekanisme kerja

<span style="font-weight:bold;">Mekanisme kerja buku tahunan sekolah

- Proposal dari sekolah
-surat perjanjian kerjasama
-Uang muka dan uang cicilan yang dibayarka seiap tanggal 4 (awal bulan).
-Penyetoran uang dilakukan oleh bendahara kelas dan petugas dari blue heaven creative design yang dilakukan setiap bulan selama empat bulan.
-setelah penyetoran bendahara penerima dan penyetor harus tanda tangan di buku agenda keuangan masing-masing disertai nama penerima atau penyetor dan cap.
-Keterlambatan penyetoran uang dan materi data merupakan tanggung jawab panitia sekolah dan nantinya dapat menghambat mekanisme kerja.
-Pengumpulan uang ke kelas-kelas harus dilakukan bendahara umum yang akan mengambil uang setoran ke bendahara kelas.
-Photo dilakukan seminggu sesudah tanda tangan kontrak dan penyetoran uang muka.
-Semua yang membeli buku tahunan harus tanda tangan peryataan bahwa setuju untuk membayar sejumlah uang yang sudah disepakati dan bila perlu dikuatkan dengan matrai.
-eksekusi foto oleh kordinator kelas.

-Pengumpulan materi oleh panitia .
DATA UMUM
Data umum ini disiapka, dirangkum dan disusun oleh Sekertaris umum panitia BTS sekolah yang bersangkutan.

Macam-macam data umum :
• Judul BTS
• Logo sekolah
• Smbutan kepala sekolah.
• Keterangan Guru ( nama guru SMA yangbrsangkutan) .
• Sambuatan ketua osis.
• Sambutan ketua Panitia BTS (Pihak sekolah )
• Kta-kata mutiara yang digunakan sebagai pembukaan dan penutup buku.
• Data Ekskul
• Nama panitia BTS Pihak sekolah)
• Nama tempat untuk Side of school.
• Uraia tentang Behind The Scence.

Data kelas dan Data Pribadi
Data kelas dan data pribadi siswa ini disiapkan oleh kordinator kelas, kemudian dikumpulkan menjadi satu ke skretaris umum dalam bentuk soft file.

Macam-macam data kelas dan data pribadi.
Nama dan logo kelas
Data diri siswa (MAX 300 karakter )
• Nama
• TTL
• ALAMAT
• NO.TLP/HP
• E-MAIL
• Kesan dan pesan
• Sambutan Wali kelas
• Sambutan ketua kelas
• Cerita kelas / cerita konsep kelas

Data di atas dikumpulkan dalam kurun waktu 7 hari dan diserahkan kepada Blue heaven pada hari ke 8 sejak penandatanganan kontrak.

FOTO
Proses produksi dilakukan selama 20 hari, terbagi menjadi 2 tahapan.
• Tahap 1:pembahasan teknis(tempat pengambilan foto,perozinan,transportasi,dll.)
Dan konsep foto(tema ,kostum, property,alur cerita jika ada dll.)
• Waktu proses tahap 1 : 7 haridimulai dari penadatanganan kontrakdan diserahkan pada hari ke 8.
• Tahap 2
• Waktu prosespengambilan gambar 7 hari
• Dengan asumsi 6 hari pengambilan gambar ( 1 hari 1 kelas)
• 1 hari : pengambilan gambar lain-lain.

 Siswa yang belum foto
 Kepal sekolah
 Ketua panitia dan osis
 Semua siswa
 Kepala sekolah
 Obyek sekolah
 Prestasi sekolah
 Guru, Wali kelas, karyawan
 Sudut sekolah
 Obyek sekolah
 Logo sekolahekskul
 Foto panitia
 Foto angkatan


BISNIS DENGAN AKLAK


Rabu, Maret 03, 2010 Diposkan oleh Nurgiantoro


ABDULLAH GYMNASTIAR (AA GYM)

Sukses Bisnis dengan Akhlak

"Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur. Dengan

kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, profesional.

Kita harus cakap, sehingga siapa pun yang memerlukan kita,

merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketiga, inovatif. Artinya,

kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru; jangan hanya

menjiplak atau meniru yang sudah ada."

K.H. Abdullah Gymnastiar

Kemunculan K.H. Abdullah Gymnastiar menjadi fenomena dakwah di tengah krisis multidimensional yang sedang melanda negeri ini.. Bahkan, ajakan kesederhanaan hidup, kesahajaan, pembenahan hati dari dalam diri sendiri yang dia sampaikan, menjadi kebutuhan santapan rohani, sekaligus obat untuk kondisi masyarakat saat ini.

Sosok kyai muda yang akrab disapa Aa Gym ini memang punya ciri khas dan fenomena tersendiri. Ceramah AA Gym, mampu membuat ribuan jamaahnya mengucurkan air mata. Sukses ulama kondang ini tak terlapas dari konsep barunya tentang syiar Islam. Dia menyiarkan Islam dengan format yang sangat sederhana, lugas dan renyah.

Dai muda yang memulai karirnya pada sekitar 1990 iitu, kini menjadi pendakwah yang dikagumi dan digemari hampir semua lapisan masyarakat. Mulai remaja, ibu rumah tangga, hingga para eksekutif perusahaan.



Suksesnya di bidang dakwah, diikuti pula sukses di bidang pendidikan dan bisnia. Dia berhasil mengelola Yayasan Pesantren Daarut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang No.38, Bandung. Pesantren yang dibangun di atas lahan seluas tiga hektar itu tergolong modern dan multifungsi, Ada bangunan masjid 1.000 meter persegi; ada cottage 24 kamar berkapasitas 80 orang (khusus bagi orang tua dan santri dari luar kota yang ikut pelatihan atau pesantren). Ada pula gedung serbaguna, kafetaria serta swalayan mini yang megah dan elite. Ribuan santri belajar di sana.

Bidang usahanya pun beraneka ragam. Antara lain swalayan; warung telekomunikasi; penerbitan buku; tabloid; stasiun radio; pembuatan kaset dan VCD. Omzetnya pun miliaran rupiah. "Bisnis ini dikelola dan juga jadi wahana para santri untuk mengaktualisasikan jiwa dan pendidikan wirausahanya. Bukankah Rasulullah menyuruh kita agar berada dalam tangan posisi di atas? Tak harus minta-minta--Ini akan berhasil jika kita mampu membangun jiwa entrepreneurship dalam diri kita sendiri," kata AA Gym.

Lalu, siapakah AA Gym dan bagaimana ia mengelola Pondok Pesantren Daarut Tauhid sehingga menjadi rujukan beberapa lembaga dari sejumlah negara asing?

Lelaki penggemar warna putih ini memulai pendidikan formal di SD Damar, lalu pindah ke KPAD Gegerkalong, kemudian pindah lagi ke SD Sukarasa Prestasinya di sekolah cukup bagus. Terbukti ketika tamat, ia menempati ranking terbaik II dengan selisih nilai satu angka dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat menggambar dan menyanyinya sudah terlihat sejak kecil. Tak aneh jika ia sering ditunjuk sebagai ketua kelas dan aktif dalam gerakan Pramuka. Sementara itu, naluri bisnisnya sudah berkibar sejak Taman Kanak-kanak (TK), lalu terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar.

Berbisnis bagi Aa Gym bukan sekadar urusan duniawi. 'Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah, akan melahirkan kerakusan dan ketamakan manusia. Sebaliknya, bisnis yang dijalankan dengan niat dan cara yang benar adalah ibadah yang besar sekali pahalanya, ksrena dapat mengokohkan harga diri bangsa," katanya.

Lelaki yang kurang suka pada pakaian batik ini memang pernah berdagang berbagai produk. Ia sempat menjual petasan yang pada waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Alhasil, ia mendapat teguran dari pengurus DKM masjid. Maklum, saat itu ia belum begitu mengerti

ilmu agama dengan baik. Setamat SMA, Aa Gym yang gagal dalam tes Sipenmaru, akhirnya kuliah di D=3 Fakultas Ekonomi Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP), Universitas Padjadjaran. Namun, kuliahnya tak bertahan lama, karena ia sibuk berbisnis. Teman-teman kuliahnya bahkan lebih mengenalnya sebagai "tukang dagang".

Aa Gym pantang menyerah. Selepas PAAP, ia masuk ke Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (ATA, sekarang Unjani). Selama kuliah, ia mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah, untuk melatih diri hidup mandiri. Selain kegiatan kemahasiswaan, seperti menjadi ketua senat, aktivitas bisnisnya pun semakin meningkat. Ia pernah membuat keset dan perca kain; lalu menjual baterai dan film kamera saat acara wisuda. Bahkan, Ia sempat menjadi supir angkot jurusan Cibeber-Cimahi, sekadar menambah uang saku. Namun, perjuangannya tidak sia-sia. AA Gym berhasil menyelesaikan program sarjana muda di ATA, meski belum mengikuti ujian negara. Sesudah itu, ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1. Namun, setelah menelusuri hati, ternyata hal itu tak cukup kuat untuk memotivasinnya meneruskan kuliah.

Mungkin hikmahnya adalah memotivasi orang yang belum dan tak punya gelar, agar tetap optimis untuk maju dan sukses. Pria bertubuh ramping dengan sorot mata tajam itu, terkenal murah senyum. Moto hidupnya, "berprestasi bagi dunia dan akhirat". Di awal 1987, AA Gym menikah dengan gadis pilihannya, Ninih Muthmainnah di Pesantren Kalangsari, Cijulang,.Sebagai orang yang super sibuk, ia menerapkan manajemen keseimbangan. Menurutnya, segalanya harus diukur secarta proporsional. Sebab, setiap ketidakseimbangan adalah kezaliman, sedangkan kezaliman dilarang oleh Islam. "Sesibuk apa pun, menimang dan bercengkerama dengan anak harus dilakukan," kata Aa Gym.

Tekadnya untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan uang yang jelas kehalalannya, begitu kuat. Untuk itu, penggemar kegiatan membaca ini mulai merintis usaha kecil-kecilan, seperti berjualan buku di Masjid Al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana, ia memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual.

Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko buku dan kini berkembang menjadi supermarket yang kini dikelola dan diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.

Kehidupan yang sulit pada masa lalu, membuatnya "memeras otak" untuk menambah penghasilan. Sambil mengajar di madrasah KPAD, sore harinya ia membuat barang kerajinan bersama anak-anak Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli mesin gergaji. Dari usaha sederhana inilah kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku.

Upayanya untuk meningkatkan penghasilan keluarga tak berhenti sampai di situ. Aa Gym ingat, istrinya punya keterampilan menjahit. Lalu, ia pun menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas. Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak beberapa muslimah untuk bergabung. Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha konveksi.

Bagi Aa Gym, pekerjaan yang paling mengesankan adalah saat menjual mie bakso. Warung bakso kecil-kecilan di Perumnas Sarijadi, itu bekerjasama dengan pamannya selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat subuh, ia sudah pergi mencari tulang ke Pasar Sederhana, karena

kuah yang enak harus dicampur dengan sumsum tulang. Setiap kali adzan, warung baksonya ditinggalkan, karena ia tak mau ketinggalan shalat berjamaah di sebuah masjid yang letaknya agak jauh dari warung, Sementara itu, pembelinya dipersilakan memasukkan uang bayarannya ke tempatnya. Tampaknya ia ingin mengajak pembelinya untuk menerapkan kejujuran. Tapi, hasilnya, pembeli yang sering datang justru ingin berkonsultasi pada AA Gym. Akibatnya, tak jarang ia baru pulang ke rumah sekitar jam 21,00. Lelah dan letih bercampur menjadi satu,

sementara hasilnya pun tidak seberapa. Yang menyedihkan, istrinya kerap mual, karena ternyata kurang suka mencium bau bakso. . Akhirnya, warung bakso itu pun ditutup.

Menurut Aa Gym, seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja dan dimudahkan urusannya, atau selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orangtua, tanamkan jiwa wirausaha kepada anak-anak sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil dan latih mereka untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.

pengalamannya berdagang sejak kecil, membuat Aa Gym hafal dengan cara "bangkrut efektif", bagaimana "tertipu optimal", atau bagaimana usaha bisa remuk. Kunci kesuksesan Aa Gym dalam menjalankan roda bisnis di pesantrennya hingga berkembang menjadi 24 bidang usaha dalam 12 tahun, terletak pada pembangunan kredibilitas para pengelolanya, yang meliputi tiga aspek utama. Yaitu, nilai kejujuran, kecakapan (profesionalisme) dan inovatif. Nilai kejujuran yang diajarkan meliputi ketepatan dalam menepati janji; manajemen waktu; memiliki fakta dan data yang jelas; terbuka; kemampuan mengevaluasi; rasa tanggung jawab dan pantang putus asa.

Kecakapan dalam berbisnis ini selain diperlukan pendidikan, yang penting juga adalah pelatihan nyata. Seperti ditulis oleh Syafi'i Antonio dalam artikelnya yang menceritakan tentang riwayat Rasulullah yang telah mendapat pendidikan entrepreneurship sejak usia 12 tahun, ketika bersama pamannya Abu Thalib melakukan perjalanan bisnis. Pada usia 17 tahun beliau telah diberi tanggung jawab untuk mengurus seluruh bisnis pamannya, dan mulai merasakan persaingan dengan para pedagang yang lebih profesional. Menginjak usia 25 tahun beliau mendapatkan dukungan finansial dari konglomerat Siti Khadijah yang kemudian menjadi istri Beliau kebanyakan orang selalu meributkan modal berupa finansial. Padahal, menurut Aa Gym, modal itu adalah:

Pertama, keyakinan kepada janji dan jaminan Allah.

Kedua, kegigihan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar.

Ketiga, menjadi orang yang terpercaya (kredibel). Kredibel berarti sikap yang selalu jujur dan terpercaya; selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memuaskan, serta selalu berusaha mengembangkan ilmu, pengalaman, wawasan, sehingga bisa tampil kreatif, inovatif dan solutif.

Percayalah, sebelum kita lahir, rezeki sudah lengkap disiapkan oleh Allah Yang Mahakaya, katanya.

Kita hanya disuruh menjemputnya, bukan mencarinya. Yang harus diperoleh justru keberkahan dari jatah kita. Dan semua itu akan datang kalau kita bekerja di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Ada pun keuntungan bukan hanya berupa uang, harta, kedudukan, atau aksesoris duniawi lainnya. Bagi beliau, keuntungan itu adalah ketika bisnis yang dilakukan ada di jalan Allah, bisnis kita jadi amal shaleh yang disukai Allah, dan menjadi jalan mendekat kepada-Nya. Nama baik kita terjaga, bahkan menjadi personal guarantee. Dengan bisnis kita bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan; Dengan bisnis kita bertambah saudara dan tersambungnya silaturahmi. Dan, dengan bisnis semakin banyak orang yang merasa beruntung.


Bagi Aa Gym, usaha yang ditekuninya adalah sarana untuk teman-teman yang memiliki rezeki berlebih dan imengnginkan usaha yang halal serta maslahat, untuk bergabung dalam sistem bagi hasil. Oleh karena itu, setiap keuntungan, selain disisihkan untuk zakatnya, juga dikeluarkan

biaya pendidikan bagi kaum dhuafa, agar bisa maju bersama-sama. Dengan dukungan tim yang berakhlak baik, konflik menjadi minimal dan kebocoran pun nyaris nihil. Bahkan, sesudah kemampuan pengelolanya dikembangkan, kinerja perusahaan kian baik dan profesional.

Lantas, bagaimana dengan pola kepemimpinan Daarut Tauhid? Ternyata kepemimpinan di sini tidak lagi menempatkan figur sebagai sentral, sebagaimana di kalangan pesantren pada umumnya.


Tapi, kepemimpinan Daarut Tauhid telah menerapkan sistem pendelegasian kerja, sebagai pengalihan wewenang formal manajer kepada bawahannya. Pemimpin diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati dan mau melayani. Dari sisi manajemen, Daarut Tauhid telah menerapkan sistem lebih dari hanya sekadar menerapkan sistem manajemen modern, di mana sistem manajemen yang berkembang saat ini tidak menjadikan manusia hanya objek pelaku agar materi dan kapital semakin produktif Tapi, juga telah melahirkan aspek-aspek spiritual dan emosi dalam pemikiran manusia.


Daarut Tauhid menerapkan inti manajemen dan kepemimpinan sekaligus dalam konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang ditawarkannya. Dalam MQ, hati adalah fakultas utama dalam diri manusia yang sangat menentukan kualitas manusia itu sendiri. Jika dimanajemeni dan dipimpin dengan benar akan melahirkan manusia paripurna dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Daarut Tauhid pada awalnya hanya dikenal sebagai bengkel akhlak, tetapi sekarang lebih menonjol di bidang ekonomi. "Memang kami memiliki strategi tersendiri. Karena itu, visi dan misi Daarut Tauhid harus dikenali dahulu. Secara garis besar kami ingin membentuk SDM yang memiliki keunggulan dalam zikir, fikir dan ikhtiar, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," demikian penuturan Aa Gym.Dzikir, fikir dan ikhtiar ini merupakan konsep dasar dari MQ yang

diajarkan sehari-hari melalui hal-hal kecil.



Untuk menerapkannya, Daarut Tauhid memiliki lima aturan dasar pelatihan kepada para santrinya yang juga merupakan bagian dari roda perekonomian Daarut Tauhid. Pertama, seorang santri dilatih untuk berpikir keras, mengenal diri dan potensinya, sehingga ia mampu mengenal kekurangan dirinya; lalu memperbaikinya dan menempatkan dirinya secara optimal. Kedua, mereka dilatih untuk mengenal situasi lingkungannya. sehingga bisa mendapatkan manfaat dari

lingkungannya secara optimal, sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara profesional. Ketiga, mereka dilatih untuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Keempat, mereka dilatih untuk

mengevaluasi setiap hasil karya mereka, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dan senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kelima, ciri SDM yang akan dibentuk adalah yang unggul dalam berikhtiar. Kombinasi ibadah yang bagus, strategi hidup yang tepat dan ikhtiar dengan bersungguh-sungguh akan menjadikan hidup sebagai mesin penghasil karya.



Pola MQ sampai sejauh ini telah menghasilkan SDM yang unggul. Hal ini terbukti dari berkembangnya perekonomian di lingkungan Daarut Tauhid dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadapnya. Di antaranya, dengan kepercayaan untuk mengadakan pelatihan dan

pendidikan manajemen bagi para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN dan PT Kereta Api Indonesia. Mereka tertarik dengan konsep manajemen Daarut Tauhid, karena diyakini mampu meningkatkan etos kerja dan menurunkan tingkat penyelewengan kerja, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).



Dulu Aa Gym berpikir pas-pasan, yaitu pas butuh ada. Tapi, kini ia berpikir sebaliknya. Ia ingin menjadi orang kaya yang melimpah rezekinya, serta halal dan berkah. Mudah-mudahan menjadi contoh bagi orang yang mau kaya dengan tetap taat kepada Allah. Dan juga supaya orang tak memandang sebelah mata, karena menganggap kita butuh terhadap kekayaan mereka. Di samping itu, diharapkan pula sedikitnya bisa memberi contoh, bagaimana memanfaatkan kekayaan di jalan Allah.

..

Sumber : Majalah Manajemen No.169 September 2002.

www..tokohindonesia.com, Buku-buku A'a Gym

atuh bangun saat memulai sebuah usaha terkadang hinggap pada para pengusaha baru. Namun, janganlah menjadikan hal itu sebagai batu penghalang, justru kejadian tersebut harus diambil hikmahnya untuk menjadi pelajaran dalam memulai bisnis baru.

Hal itu diutarakan pengusaha asal Banda Aceh, Anas Zulham. Ia mengakui, beberapa kejadian yang membuat usahanya gulung tikar pernah dirasakannya. Tetapi, keinginan yang kuat untuk menjadi pengusaha mandiri membuatnya tetap tegar dan kembali bangun untuk menyusun rencana bisnis yang akan digeluti lagi.

Semenjak kuliah, Anas memang sudah memutuskan masa depannya untuk menjadi pengusaha. Ia pun mulai merintis dengan bisnis event organizer. Usai kuliah usaha EO ia tinggalkan karena harus pulang kampung ke Aceh. Nah, perjalanan karirnya dimulai disini.

Anas sempat membuka usaha dengan berjualan bakso. Sayangnya, usaha itu hanya berjalan sekitar satu tahun. Anas kembali mencari bisnis baru, ia mulai mendalami bisnis kontraktor. Selain itu, ia pun membuka café di kota Medan, lagi-lagi usaha di bidang makanan ini kembali bangkrut. Tetapi kontraktor tetap ia jalankan.

Sambil menggeluti kontraktor, Anas kembali membuka usaha lainnya. Kali ini ia memilih usaha di bidang ISP (Internet Service Provider), tapi bisnisnya ini kembali kandas dan harus ditutup. Namun, Anas rupanya belum menyerah untuk membuka lapak baru. Ia pun mencoba usaha impor semen dari Malaysia, lagi-lagi bisnisnya tak bertahan lama dan harus gulung tikar kembali.

“Dari kegagalan–kegagalan itulah saya belajar membuka usaha baru lainnya, dan dengan pengalaman yang ada akhirnya saya bisa eksis menjalankan beberapa usaha,” jelas Anas.

Setelah itu, Anas mulai membuka usaha di bidang travel. Usaha inilah yang membuatnya maju dan terus berkembang. Menurutnya, travel merupakan usaha yang sangat fleksible. Kendati demikian, tetap harus memiliki skill dan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkannya.

“Kita tetap harus punya rencana jangka panjang, target yang akan dituju, serta menempatkan positioning di pasar,” jelas Anas.

Sukses di bisnis travel, rupanya membuat Anas ingin kembali membuka bisnis baru. Ia pun membuat beberapa usaha baru seperti furniture, asuransi, agen oli, serta menjadi pengusaha emas. Menurutnya peluang yang ada dan dapat menghasilkan tak boleh disia-siakan, selama masih bisa dijalankan dan memberi keuntungan tak ada salahnya untuk membuka usaha baru.

“Tapi semuanya harus melengkapi, ada keuntungan yang dirasakan kita dan para pelanggan,” katanya.

Referensi : Pengusaha.co.id

Anas juga memberikan tips, untuk membuat usaha menjadi besar, jaringan pertemanan harus diperbanyak sebagai link untuk melakukan usaha. Selain itu, kerja keras dan kemauan yang kuat juga menjadi modal utama agar bisa menjadi sukses dalam berusaha.

Text widget

Twitter Update

Jumat, 19 November 2010

kaos oblong jogja

dimulai dari rumah didalan gang pilahan kotagede

proses film



obras jahit, bordier komputer

teknik sablon framedan knock
hasil oye keren

jogja bikin kaos pak agus, mas rendra






Selasa, 09 November 2010

RENDRA


nama : muahmmad Alfian rendra saputra
rendra
jalan gedong kuning selatan kg 1/891 kotagede
ownwer rendra visual garment
owner sixgreen.com online store
Account executive ruang visual marketing communication
designer rmagz digital magazine
Advertising 08 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Pengalaman kerja : Black box Indonesia (marketing)
broker percetakan djogja
pengalaman organisasi
Dewan siswa 06 Mayoga Man Yogyakarta 3
panita PDT DKC bidang agama lupa taunnya
pemenang juara 2 porseni nasyid yogyakarta
pencak silat merpati putih 2006/2005
ketua SKN sekolah kerja nyata di cangkringan sleman Yogyakarta lereng merapi
ketua umum forum komunikasi osis DIY versi magistra utama
young eterpreneur 2010 TDA (tangan di atas) Yogyakarta
Digimagz (digital magazine UMY), CEO
PLAY pelajar lintas agama yogya versi depag
wakil ketua angkatan upn v komunikasi 08
panitia dies natalis fisip family UPN V
TEATER MANTEL, TEATER UKM UPN
KPM UMY, KOPMA UMY
REMAJA MASJID PILAHAN

Sabtu, 30 Oktober 2010

jenis lay out iklan cetak


klik untuk memperbesar gambar ( alur kerja biro iklan) full service

JENIS LAY OUT IKLAN CETAK


1. MONDRIAN LAY OUT
Mengacu pada konsep seorang pelukis Belanda bernama Piet Mondrian, yaitu: penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square/landscape/portait, dimana masing-masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian dan memuat gambar/copy yang saling berpadu sehingga membentuk suatu komposisi yang konseptual.

2. MULTI PANEL LAY OUT
Bentuk iklan dimana dalam satu bidang penyajian dibagi menjadi beberapa tema visual dalam bentuk yang sama (square/double square semuanya).

3. PICTURE WINDOW LAY OUT
Tata letak iklan dimana produk yang diiklankan ditampilkan secara close up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau juga bisa menggunakan model (public figure)

4. COPY HEAVY LAY OUT
Tata letaknya mengutamakan pada bentuk copy writing (naskah iklan) atau dengan kata lain komposisi lay out nya didominasi oleh penyajian teks (copy)

5. FRAME LAY OUT
Suatu tampilan iklan dimana border/bingkai/frame nya membentuk suatu naratif (mempunyai cerita)

6. SHILHOUTTE LAY OUT
Sajian iklan yang berupa gambar ilustrasi atau tehnik fotografi dimana hanya ditonjolkan bayangannya saja. Penyajian bisa berupa Text-Rap/warna spot color yang berbentuk gambar ilustrasi atau pantulan sinar seadanya dengan tehnik fotografi.

7. TYPE SPECIMEN LAY OUT
Tata letak iklan yang hanya menekankan pada penampilan jenis huruf dengan point size yang besar. Pada umumnya hanya berupa Head Line saja.

8. SIRCUS LAY OUT
Penyajian iklan yang tata letaknya tidak mengacu pada ketentuan baku. Komposisi gambar visualnya, bahkan kadang-kadang teks dan susunannya tidak beraturan.

9. JUMBLE LAY OUT
Penyajian iklan yang merupakan kebalikan dari sircus lay out, yaitu komposisi beberapa gambar dan teksnya disusun secara teratur.

10. GRID LAY OUT
Suatu tata letak iklan yang mengacu pada konsep grid, yaitu desain iklan tersebut seolah-olah bagian per bagian (gambar atau teks) berada di dalam skala grid.

11. BLEED LAY OUT
Sajian iklan dimana sekeliling bidang menggunakan frame (seolah-olah belum dipotong pinggirnya). Catatan: Bleed artinya belum dipotong menurut pas cruis (utuh) kalau Trim sudah dipotong.

12. VERTICAL PANEL LAY OUT
Tata letaknya menghadirkan garis pemisah secara vertical dan membagi lay out iklan tersebut.

13. ALPHABET INSPIRED LAY OUT
Tata letak iklan yang menekankan pada susunan huruf atau angka yang berurutan atau membentuk suatu kata dan diimprovisasikan sehingga menimbulkan kesan narasi (cerita).

14. ANGULAR LAY OUT
Penyajian iklan dengan susunan elemen visualnya membentuk sudut kemiringan, biasanya membentuk sudut antara 40-70 derajat.

15. INFORMAL BALANCE LAY OUT
Tata letak iklan yang tampilan elemen visualnya merupakan suatu perbandingan yang tidak seimbang.

16. BRACE LAY OUT
Unsur-unsur dalam tata letak iklan membentuk letter L (L-Shape). Posisi bentuk L nya bisa tebalik, dan dimuka bentuk L tersebut dibiarkan kosong.

17. TWO MORTISES LAY OUT
Penyajian bentuk iklan yang penggarapannya menghadirkan dua inset yang masing-masing memvisualkan secara diskriptif mengenai hasil penggunaan/detail dari produk yang ditawarkan.

18. QUADRAN LAY OUT
Bentuk tampilan iklan yang gambarnya dibagi menjadi empat bagian dengan volume/isi yang berbeda. Misalnya kotak pertama 45%, kedua 5%, ketiga 12%, dan keempat 38%. (mempunyai perbedaan yang menyolok apabila dibagi empat sama besar).

19. COMIC STRIPS LAY OUT
Penyajian iklan yang dirancang secara kreatif sehingga merupakan bentuk media komik, lengkap dengan captions nya.

20. REBUS LAY OUT
Susunan lay out iklan yang menampilkan perpaduan gambar dan teks sehingga membentuk suatu cerita.(info)

sumber: www.komvis.com



Rabu, 29 September 2010

Kreatiflah, Bisnis pun Jadi


Anda bisa memulai bisnis dengan hanya sebuah ide, tanpa keluar uang sendiri. Bagaimana caranya? Kemas ide Anda kemudian tawarkan kerja sama kepada orang lain. Ide dari Anda dan uang dari orang lain bisa merupakan strategi bisnis dengan modal dengkul.

Namun perlu hati-hati saat bertemu orang yang tidak menghargai ide orang lain, ide Anda bisa dicuri dan dia membangun bisnis sendiri dengan ide cemerlang Anda. Cara mengatasinya ialah jangan sampai semua detil ide Anda diberitahukan kepada orang lain, kemudian kuasailah keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan ide tersebut. Akan lebih baik jika keterampilan tersebut merupakan bakat unik Anda.

Cara ketiga untuk melindungi ide Anda ialah dengan melindunginya secara hukum, bisa dengan hak cipta, hak paten, atau merk dagang (pilih yang cocok dengan ide Anda). Memang memerlukan biaya, tetapi akan sangat berguna untuk melindungi ide Anda yang mungkin bernilai jutaan atau milyaran, siapa tahu?

Setelah ide Anda dilindungi, kemudian kemaslah dalam bentuk proposal bisnis untuk diajukan kepada orang yang memiliki prospek untuk mendanai usaha Anda. Tunjukkan peluang keberhasilan dari ide Anda disertai dengan alasan-alasan yang kuat. Jika ide Anda memang memberikan potensi keuntungan besar, orang akan tertarik untuk menanamkan uangnya kepada Anda. Jika tidak ada yang tertarik, mungkin ide atau cara pengemasan ide Anda masih kurang meyakinkan, perbaiki lagi dan coba lagi.

Contoh nyata dari strategi ini ialah Kol Sanders, penemu KFC. Yang dia miliki hanya sebuah resep goreng ayam, kemudian dia tawarkan ke ratusan restoran. Tidak mudah memang, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan pada akhirnya dia berhasil juga sebagaimana yang kita lihat saat ini. Jika dia yang sudah kakek-kakek bisa, kenapa kita tidak?

Kesimpulannya, kreatiflah, carilah ide-ide brilian yang bisa menghasilkan uang, kemudian carilah orang berduit untuk mendukung bisnis Anda. Carilah terus sampai Anda berhasil dan jangan mudah menyerah.

sumber
http://kreativitas.blogspot.com

Rabu, 25 Agustus 2010

tugas bina usaha UMY


klien target harisma komputer jl.c simanjuntak

DOLANAN ADVERTISING

TUGAS 6 OKTOBER 2010 (PAPER CLIEN BRIEF)
UNSUR P 4 (PRODUCT, PRICE, PLACE, PROMOTION)
TARGET BERIKLAN (AWARNER BRAND OR SELLING)
POSISIONING DAN SEGMENTASI PRODUK
DATA BASE DETAIL INFORMATION

PROMOTION MIX(ADVER,PIAR,PERSONAL SELLING)
SEJARAH PERUSAHAAN KLIEN (PEMILIK,BERDIRI, TEMPAT DISTRIBUSI/CABANG)
STRUKTUR ORGANISASI, BAGAIMANA PEMASARANNYA, PRODUK BAGAIMANA, PACKING, VARIASI,KOMPETITOR,HARGA/DAFTAR HARGA), PERSEN KEUNTUNGAN
PROMOTION YANG SUDAH DILAKUKAN SELAMA INI.
P4 KOMPETITOR , ANALISIS SWOT (KEKUATAN,KELEMAHAN,KESEMPATAN,ANCAMAN)
PELAJARI KARAKTER KLIEN, LAKUKAN RISET KECIL,
PRILAKU KONSUMEN,


TUGAS TGL 13
BUAT RISET PAPER UNTUNG MENENTUKAN LANGKAH2 YG DIAMBIL, ACUAN DRAF, ANALISIS, KOMPETITOR RISET,


TANGGAL 3

CWP(CREATIVE WORK PLAN)

KEY EFEK
PROBLEM CREATIVE STRATEGI(DEMOGRAFI,SES,LIFE STYLE, STATUS SOSIAL, TARGET PENCAPAIAN)
KOMPETITOR PRODUK HARGA DAN ANALISIS
TONE AND MANER
KOMPETITOR UTAMA SAPA
PROMISE
MANDATORIS

Selasa, 24 Agustus 2010

belajar iklan


Account Executive tugasnya adalah sebagai berikut:

1. Mendiskusikan dengan klien dan sumber lainnya tentang produk yang akan diiklankan serta informasi lain seperti perincian mengenai perusahaan dan produknya, anggaran dan goal pemasaran, dan riset pemasaran

2. Berdasarkan permintaan klien, mengarahkan spesialis lainnya dalam agency, misalnya tim kreatif perancang media dan periset, untuk mengembangkan perincian kampanye

3. Mempresentasikan draft kasar kampanye dan ringkasan anggaran awal kepada klien serta melakukan negosiasi dan penyusunan jika diperlukan

4. Melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap pekerjaan yang dilakukan departemen terkait agar perkembangan kampanye sesuai rencana, tenggat waktu, dan anggaran

5. Menjaga hubungan dengan klien selama proyek berlangsung dan menyelesaikan permasalahan yang timbul secepat mungkin

6. Membantu klien dalam perencanaan strategi pemasaran Advertising account executive biasanya bekerja dalam suatu tim dan menjadi orang yang paling sering berhubungan dengan klien. Fokus pekerjaan advertising account executive terletak pada kompetisi untuk rekening klien dan untuk memenuhi permintaan klien, tidak jarang, dalam jangka waktu yang ketat.

Persyaratan personal:
1. kreativitas
2. imajinasi
3. menguasai cara berkomunikasi dengan baik
4. menguasai pengorganisasian
5. mampu bekerja di bawah tekanan
6. kemampuan analisa

2. BIRO IKLAN

Biro iklan merupakan perusahaan yang membantu pengiklan dalam menganalisis peluang, mengembangkan kreasi, mendesain iklan, serta memasukkan iklan pada media yang tersedia. Dengan demikian, biro iklan berhubungan dengan pengiklan di satu pihak dan media di pihak lain.


Di Indonesia, ruang lingkup pekerjaan yang ditangani sebuah biro iklan, umumnya meliputi hal-hal berikut ini (Kasali 1995: 27-28).

a. Analisis Industri.

Biro iklan menganalisis sejauh mana prospek pengiklan dalam pasar, domestik atau ekspor. Apakah produk pengiklan sudah mendapat perhatian dari pemerintah sebagai penunjang ekonomi nasional ataukah belum.

b. Analisis Produk dan Konsumen Biro iklan menganalisis berapa besar potensi pasar produk dan bagaimana pola konsumsi yang berlaku.

c. Analisis Pasar Biro iklan harus mampu melihat peluang pasar dan mengisi celah-celah dalam persaingan, termasuk identifikasi pesaing dan berapa besar pangsa pasar masing-masing. Kekuatan dan kelemahan masing-masing diidentifikasi untuk menentukan strategi promosi dan periklanan.

d. Analisis Sasaran Konsumen Biro iklan harus mengetahui persepsi konsumen terhadap produk dan pola konsumsi yang berlaku secara lebih terinci.

d. Tujuan dan Strategi pemasaran Tujuan dan strategi pemasaran biasanya ditetapkan oleh biro iklan karena pengiklan kurang memahami soal ini.

e. Penetapan Tujuan Periklanan. Tujuan periklanan harus disesuaikan dengan kondisi produk di pasar. Biro iklan akan menetapkan tujuan periklanan berdasarkan tujuan dan strategi pemasaran. Misalnya, untuk produk baru sasaran iklan adalah membina kesadaran konsumen akan adanya tawaran baru. Untuk produk yang sudah mapan sasaran iklan adalah meningkatkan pangsa pasar, dengan memperkuat preferensi merk agar banyak yang sadar dan mau mengganti pilihan. Untuk produk yang memiliki banyak kompetitor, sasaran iklan adalah mengimbangi persaingan dengan meningkatkan kesetiaan pada merk melalui berbagai cara promosi.

Strategi Kreatif

f. Biro iklan bertugas melakukan strategi kreatif, yaitu menjabarkan tujuan periklanan untuk diterjemahkan menjadi pesan perdagangan. Hasil strategi kreatif ini akan muncul dalam bentuk materi iklan yang siap dipublikasikan

g. Strategi Media Biro iklan bertugas memilih media publikasi sesuai dengan tujuan periklanan dan materi iklan yang disiapkan. Terdapat beberapa media yang dapat dipilih, yaitu:· media cetak : surat kabar, majalah· media radio· media televisi, bioskop, video· media luar ruang: papareklame, poster, spanduk, deon, dan lain-lain. Dalam sebuah Biro Iklan, terdapat departemen-departemen kerja untuk menjalankan tugas-tugas seperti di atas.

h. Departemen Bina UsahaDepartemen ini disebut juga Client Service Departement atau Account Service Departement. Di sinilah mereka yang berkualifikasi sebagai Account Executive, Account Supervisor, dan Account Director berada. Merekalah orang yang ditunjuk perusahaan biro iklan sebagai penghubung dalam melayani klien (pengiklan). Account Executive ini menduduki posisi yang unik. Bila ia berada di kantor klien, dia adalah representatif dari biro iklan, tempatnya bekerja dan menerima gaji. Namun, di biro iklan tempat ia bekerja , dia merupakan representatif dari klien. Dialah orang yang paling tahu urusan klien. Dia pula yang selalu memikirkan kepentingan klien.
Karena posisinya yang unik itulah , ia harus benar-benar mengerti kepentingan klien (khususnya di bidang pemasarannya). Namun, tentu saja dia tidak boleh melupakan kepentingannya sendiri.
Dalam sebuah perusahaan biro iklan departemen ini sering diberi julukan ujung tombak perusahaan.

b. Departemen Kreatif Depertemen ini disebut juga Creatif Departement yang dipimpin oleh seorang Pengarah Kreatif atau Creative Director. Apabila Departemen Bina Usaha disebut sebagai ujung tombak perusahaan, maka departemen kreatif ini disebut dapurnya perusahaan. Di sinilah Pesan-pesan periklanan untuk berbagai media diciptakan, digodok, dan dikembangkan untuk disampaikan kepada target audience melalui media yang dipilih. Di dalam departemen ini bekerjalah orang-orang yang berprofesi sebagai:

1. Copywriter, orang yang keahlian utamanya adalah menulis. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dasar mengolah bahasa untuk menterjemahkan pesan-pesan perdagangan. Dalam profesi inilah, alumni mahasiswa jurusan bahasa dan sastra dapat bergabung.

2. Art Director, orang yang keahlian utamanya menggambar atau merancang tata letak. Orang yang berprofesi sebagai art director mememiliki pengetahuan atau latar belakang pendidikan rancang grafis.

Dalam departemen kreatif tugas copywriter dan art director dapat digambar-kan sebagai dua sisi dalam satu keping mata uang. Mereka harus dapat bekerja sama menerjemahkan pesan perdagangan ke dalam satu ide yang melahirkan sebuah bentuk iklan. Sebelum dimuat atau ditayangkan di media, hasil dari kerja petugas departemen kreatif ini harus disetujui oleh klien (pengiklan). Dialah yang membayar semua kampanye iklan.

c. Departemen Media Bentuk iklan yang sudah dibuat oleh orang-orang di departemen kreatif tentunya memerlukan media untuk sampai kepada khalayak sasaran. Depatemen inilah yang mengevalusasi, merencanakan, dan memilih media apa saja, kapan, dan berapa sering pesan iklan itu harus dimuat atau dipasang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Di departemen ini bekerjalah Media Planner, Media Buyer, dan Media Director yang bersama-sama dengan Account Director dan Creative Director , merancang dan menentukan strategi media untuk suatu kampanye iklan. Strategi ini, tentunya harus disetujui klien sebelum dilaksanakan.

Para petugas di departemen media harus pandai bernegosiasi bisnis dengan perusahaan media (surat kabar, majalah, radio, televisi, dll) karena dari sinilah sumber pemasukan keuangan yang utama bagi biro iklan. Biro iklan memperoleh sejumlah komisi dari media untuk iklan-iklan yang mereka pasang di media tersebut. Dengan demikian, sesungguhnya departemen media ini merupakan profit center sehingga ada biro iklan yang menjadikan departemen ini sebagai badan usaha yang terpisah dan berdiri sendiri.

d. Departemen Research dan Monitoring Mengingat bahwa tugas biro iklan juga meliputi analisis industri, produk dan konsumen, pasar, dan sasaran konsumen; maka beberapa biro iklan besar di Indonesia mempunyai departemen yang khusus melakukan research dan monitoring.

Riset tersebut bisa dilakukan sebelum maupun sesudah kampanye periklanan dilancarkan. Klien-klien dari perusahaan multinasional yang selalu berpedoman pada efisiensi, biasanya tidak mau ambil resiko untuk membuat kampanye periklanan dengan cara spekulatif atau untung-untungan. Kampanye periklanan biasanya membutuhkan biaya besar. Itulah sebabnya mereka bisa melakukan survei terlebih dahulu sebelum sebuah konsep komunikasi pemasaran dilancarkan.

3. MEDIA Media merupakan perusahaan yang menjual ruang dan waktu untuk iklan. Perusahaan itu ada yang mengelola surat kabar, majalah, stasiun radio, stasiun televisi, atau media luar ruang.

Dewasa ini pihak media tidak lagi dapat duduk nyaman di belakang meja menanti datangnya iklan. Persaingan ketat antarmedia membuat pihak media berusaha keras untuk mencari peluang dan mengejar klien agar memanfaatkan medianya. Hal ini disebabkan sumber utama pemasukan uang adalah iklan. Oleh sebab itu, perusahaan media mempunyai bagian yang disebut manajer iklan dan manajer pemasaran yang bertugas menyusun dummy (untuk media cetak) atau programa (untuk media radio/televisi), serta mencari sponsor baik secara langsung maupun melalui iklan.
Tarif yang dikenakan tergantung pada kualitas dan permintaan:

a. Kualitas Hal ini berkaitan dengan mutu cetak/warna/ acara yang menarik oleh penulis atau pembawa acara yang dikenal.

b. Permintaan Hal ini berakitan dengan tempat atau waktu yang strategis dan banyak dibaca/didengar/ditonton orang. Suatu kolom dalam surat kabar yang bantak dibaca orang, suatu program di radio dan di televisi yang banyak didengar atau ditonton orang -- membuat tarif iklan semakin tinggi. Tiga komponen di atas, yaitu pengiklan, biro iklan, dan media merupakan inti dalam jalingan periklanan. Karena itulah komponen ini sering disebut dengan triparkit. Ketiga komponen ini masing-masing mengembangkan prosesinya sendiri. Namun demikian, dalam dunia periklanan terdapat komponen lain yang mempengruhi munculnya iklan di luar komponen triparkit tersebut. Mereka adalah pemerintah dan konsumen.

4. PEMERINTAH Terdapat pengawas yaitu pemerintah yang berinteraksi dengan atau mempengaruhi aktivitas mengambilan keputusan pengiklan dengan berbagai cara. Kebanyakan produk, dalam praktik pengiklanannya dibatasi oleh serangkaian aturan pemerintah. Hal ini menyangkut berbagai kepentingan seperti norma-norma kesusilaan, kesehatan, keselamatan penggunaan, ataupun pemerataan pendapatan (kesenjangan kaya miskin). Pemerintah, tahun 1981, yang saat itu diwakili oleh Departemen Penerangan bekerja sama dengan:

a. ASPINDO (Asosiasi Pemrakarsa dan Penyantun Iklan Indonesia), mewakili pengiklan ,

b. P3I (Persatuaan Perusahaan Periklanan Indonesia), mewakili biro iklan,

c. BPMN/SPS (Badan Periklanan Media/Serikat Penerbit Surat Kabar), mewakili pemilik media cetak,

d. PRSSNI (Persatuan Pengusaha Siaran Radio Swasta Niaga Indonesia), mewakili pemilik radio,

e. GPSI (Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia), mewakili pemilik bioskop --

merancang dan menuyusun kode etik periklanan yang diberi nama Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia. Kode etik ini dari waktu ke waktu mengalami perbaikan hingga saat ini yang dikenal adalah Tata Krama dan Tata Cara Periklanan di Indonesia yang Disempurnakan.Kode etik ini menjadi acuan bersama bagi para pengiklan, biro iklan, dan media menjalankan profesinya.

Dalam dunia periklanan yang menjadi target audience-nya adalah konsumen. Dengan demikian, konsumen harus diperhatikan oleh pengiklan, biro iklan, dan media. Untuk itu, pemerintah melindungi konsumen dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Iklan yang dibuat tidak boleh melanggar kode etik dan Undang-undang ini.

4. KONSUMEN Dalam jaringan periklanan konsumen merupakan target audience yang harus dicermati dengan seksama karena kepada merekalah iklan itu dikomunikasikan. Terdapat perbedaan kelompok konsumen sehingga konsep iklan pun seharusnya berbeda untuk kelompok konsumen yang berbeda. Sebuah produk makanan atau minuman untuk kelompok pekerja tentu tidak boleh disamakan dengan kata-kata dan kailmat yang cocok untuk golongan sopir atau pekerja kasar.

komunitas

komunitas TDA



komunitas captain jack

Rabu, 19 Mei 2010

buku tahunan mekanisme kerja

<span style="font-weight:bold;">Mekanisme kerja buku tahunan sekolah

- Proposal dari sekolah
-surat perjanjian kerjasama
-Uang muka dan uang cicilan yang dibayarka seiap tanggal 4 (awal bulan).
-Penyetoran uang dilakukan oleh bendahara kelas dan petugas dari blue heaven creative design yang dilakukan setiap bulan selama empat bulan.
-setelah penyetoran bendahara penerima dan penyetor harus tanda tangan di buku agenda keuangan masing-masing disertai nama penerima atau penyetor dan cap.
-Keterlambatan penyetoran uang dan materi data merupakan tanggung jawab panitia sekolah dan nantinya dapat menghambat mekanisme kerja.
-Pengumpulan uang ke kelas-kelas harus dilakukan bendahara umum yang akan mengambil uang setoran ke bendahara kelas.
-Photo dilakukan seminggu sesudah tanda tangan kontrak dan penyetoran uang muka.
-Semua yang membeli buku tahunan harus tanda tangan peryataan bahwa setuju untuk membayar sejumlah uang yang sudah disepakati dan bila perlu dikuatkan dengan matrai.
-eksekusi foto oleh kordinator kelas.

-Pengumpulan materi oleh panitia .
DATA UMUM
Data umum ini disiapka, dirangkum dan disusun oleh Sekertaris umum panitia BTS sekolah yang bersangkutan.

Macam-macam data umum :
• Judul BTS
• Logo sekolah
• Smbutan kepala sekolah.
• Keterangan Guru ( nama guru SMA yangbrsangkutan) .
• Sambuatan ketua osis.
• Sambutan ketua Panitia BTS (Pihak sekolah )
• Kta-kata mutiara yang digunakan sebagai pembukaan dan penutup buku.
• Data Ekskul
• Nama panitia BTS Pihak sekolah)
• Nama tempat untuk Side of school.
• Uraia tentang Behind The Scence.

Data kelas dan Data Pribadi
Data kelas dan data pribadi siswa ini disiapkan oleh kordinator kelas, kemudian dikumpulkan menjadi satu ke skretaris umum dalam bentuk soft file.

Macam-macam data kelas dan data pribadi.
Nama dan logo kelas
Data diri siswa (MAX 300 karakter )
• Nama
• TTL
• ALAMAT
• NO.TLP/HP
• E-MAIL
• Kesan dan pesan
• Sambutan Wali kelas
• Sambutan ketua kelas
• Cerita kelas / cerita konsep kelas

Data di atas dikumpulkan dalam kurun waktu 7 hari dan diserahkan kepada Blue heaven pada hari ke 8 sejak penandatanganan kontrak.

FOTO
Proses produksi dilakukan selama 20 hari, terbagi menjadi 2 tahapan.
• Tahap 1:pembahasan teknis(tempat pengambilan foto,perozinan,transportasi,dll.)
Dan konsep foto(tema ,kostum, property,alur cerita jika ada dll.)
• Waktu proses tahap 1 : 7 haridimulai dari penadatanganan kontrakdan diserahkan pada hari ke 8.
• Tahap 2
• Waktu prosespengambilan gambar 7 hari
• Dengan asumsi 6 hari pengambilan gambar ( 1 hari 1 kelas)
• 1 hari : pengambilan gambar lain-lain.

 Siswa yang belum foto
 Kepal sekolah
 Ketua panitia dan osis
 Semua siswa
 Kepala sekolah
 Obyek sekolah
 Prestasi sekolah
 Guru, Wali kelas, karyawan
 Sudut sekolah
 Obyek sekolah
 Logo sekolahekskul
 Foto panitia
 Foto angkatan


BISNIS DENGAN AKLAK


Rabu, Maret 03, 2010 Diposkan oleh Nurgiantoro


ABDULLAH GYMNASTIAR (AA GYM)

Sukses Bisnis dengan Akhlak

"Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur. Dengan

kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, profesional.

Kita harus cakap, sehingga siapa pun yang memerlukan kita,

merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketiga, inovatif. Artinya,

kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru; jangan hanya

menjiplak atau meniru yang sudah ada."

K.H. Abdullah Gymnastiar

Kemunculan K.H. Abdullah Gymnastiar menjadi fenomena dakwah di tengah krisis multidimensional yang sedang melanda negeri ini.. Bahkan, ajakan kesederhanaan hidup, kesahajaan, pembenahan hati dari dalam diri sendiri yang dia sampaikan, menjadi kebutuhan santapan rohani, sekaligus obat untuk kondisi masyarakat saat ini.

Sosok kyai muda yang akrab disapa Aa Gym ini memang punya ciri khas dan fenomena tersendiri. Ceramah AA Gym, mampu membuat ribuan jamaahnya mengucurkan air mata. Sukses ulama kondang ini tak terlapas dari konsep barunya tentang syiar Islam. Dia menyiarkan Islam dengan format yang sangat sederhana, lugas dan renyah.

Dai muda yang memulai karirnya pada sekitar 1990 iitu, kini menjadi pendakwah yang dikagumi dan digemari hampir semua lapisan masyarakat. Mulai remaja, ibu rumah tangga, hingga para eksekutif perusahaan.



Suksesnya di bidang dakwah, diikuti pula sukses di bidang pendidikan dan bisnia. Dia berhasil mengelola Yayasan Pesantren Daarut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang No.38, Bandung. Pesantren yang dibangun di atas lahan seluas tiga hektar itu tergolong modern dan multifungsi, Ada bangunan masjid 1.000 meter persegi; ada cottage 24 kamar berkapasitas 80 orang (khusus bagi orang tua dan santri dari luar kota yang ikut pelatihan atau pesantren). Ada pula gedung serbaguna, kafetaria serta swalayan mini yang megah dan elite. Ribuan santri belajar di sana.

Bidang usahanya pun beraneka ragam. Antara lain swalayan; warung telekomunikasi; penerbitan buku; tabloid; stasiun radio; pembuatan kaset dan VCD. Omzetnya pun miliaran rupiah. "Bisnis ini dikelola dan juga jadi wahana para santri untuk mengaktualisasikan jiwa dan pendidikan wirausahanya. Bukankah Rasulullah menyuruh kita agar berada dalam tangan posisi di atas? Tak harus minta-minta--Ini akan berhasil jika kita mampu membangun jiwa entrepreneurship dalam diri kita sendiri," kata AA Gym.

Lalu, siapakah AA Gym dan bagaimana ia mengelola Pondok Pesantren Daarut Tauhid sehingga menjadi rujukan beberapa lembaga dari sejumlah negara asing?

Lelaki penggemar warna putih ini memulai pendidikan formal di SD Damar, lalu pindah ke KPAD Gegerkalong, kemudian pindah lagi ke SD Sukarasa Prestasinya di sekolah cukup bagus. Terbukti ketika tamat, ia menempati ranking terbaik II dengan selisih nilai satu angka dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat menggambar dan menyanyinya sudah terlihat sejak kecil. Tak aneh jika ia sering ditunjuk sebagai ketua kelas dan aktif dalam gerakan Pramuka. Sementara itu, naluri bisnisnya sudah berkibar sejak Taman Kanak-kanak (TK), lalu terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar.

Berbisnis bagi Aa Gym bukan sekadar urusan duniawi. 'Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah, akan melahirkan kerakusan dan ketamakan manusia. Sebaliknya, bisnis yang dijalankan dengan niat dan cara yang benar adalah ibadah yang besar sekali pahalanya, ksrena dapat mengokohkan harga diri bangsa," katanya.

Lelaki yang kurang suka pada pakaian batik ini memang pernah berdagang berbagai produk. Ia sempat menjual petasan yang pada waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Alhasil, ia mendapat teguran dari pengurus DKM masjid. Maklum, saat itu ia belum begitu mengerti

ilmu agama dengan baik. Setamat SMA, Aa Gym yang gagal dalam tes Sipenmaru, akhirnya kuliah di D=3 Fakultas Ekonomi Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP), Universitas Padjadjaran. Namun, kuliahnya tak bertahan lama, karena ia sibuk berbisnis. Teman-teman kuliahnya bahkan lebih mengenalnya sebagai "tukang dagang".

Aa Gym pantang menyerah. Selepas PAAP, ia masuk ke Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (ATA, sekarang Unjani). Selama kuliah, ia mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah, untuk melatih diri hidup mandiri. Selain kegiatan kemahasiswaan, seperti menjadi ketua senat, aktivitas bisnisnya pun semakin meningkat. Ia pernah membuat keset dan perca kain; lalu menjual baterai dan film kamera saat acara wisuda. Bahkan, Ia sempat menjadi supir angkot jurusan Cibeber-Cimahi, sekadar menambah uang saku. Namun, perjuangannya tidak sia-sia. AA Gym berhasil menyelesaikan program sarjana muda di ATA, meski belum mengikuti ujian negara. Sesudah itu, ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1. Namun, setelah menelusuri hati, ternyata hal itu tak cukup kuat untuk memotivasinnya meneruskan kuliah.

Mungkin hikmahnya adalah memotivasi orang yang belum dan tak punya gelar, agar tetap optimis untuk maju dan sukses. Pria bertubuh ramping dengan sorot mata tajam itu, terkenal murah senyum. Moto hidupnya, "berprestasi bagi dunia dan akhirat". Di awal 1987, AA Gym menikah dengan gadis pilihannya, Ninih Muthmainnah di Pesantren Kalangsari, Cijulang,.Sebagai orang yang super sibuk, ia menerapkan manajemen keseimbangan. Menurutnya, segalanya harus diukur secarta proporsional. Sebab, setiap ketidakseimbangan adalah kezaliman, sedangkan kezaliman dilarang oleh Islam. "Sesibuk apa pun, menimang dan bercengkerama dengan anak harus dilakukan," kata Aa Gym.

Tekadnya untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan uang yang jelas kehalalannya, begitu kuat. Untuk itu, penggemar kegiatan membaca ini mulai merintis usaha kecil-kecilan, seperti berjualan buku di Masjid Al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana, ia memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual.

Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko buku dan kini berkembang menjadi supermarket yang kini dikelola dan diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.

Kehidupan yang sulit pada masa lalu, membuatnya "memeras otak" untuk menambah penghasilan. Sambil mengajar di madrasah KPAD, sore harinya ia membuat barang kerajinan bersama anak-anak Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli mesin gergaji. Dari usaha sederhana inilah kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku.

Upayanya untuk meningkatkan penghasilan keluarga tak berhenti sampai di situ. Aa Gym ingat, istrinya punya keterampilan menjahit. Lalu, ia pun menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas. Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak beberapa muslimah untuk bergabung. Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha konveksi.

Bagi Aa Gym, pekerjaan yang paling mengesankan adalah saat menjual mie bakso. Warung bakso kecil-kecilan di Perumnas Sarijadi, itu bekerjasama dengan pamannya selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat subuh, ia sudah pergi mencari tulang ke Pasar Sederhana, karena

kuah yang enak harus dicampur dengan sumsum tulang. Setiap kali adzan, warung baksonya ditinggalkan, karena ia tak mau ketinggalan shalat berjamaah di sebuah masjid yang letaknya agak jauh dari warung, Sementara itu, pembelinya dipersilakan memasukkan uang bayarannya ke tempatnya. Tampaknya ia ingin mengajak pembelinya untuk menerapkan kejujuran. Tapi, hasilnya, pembeli yang sering datang justru ingin berkonsultasi pada AA Gym. Akibatnya, tak jarang ia baru pulang ke rumah sekitar jam 21,00. Lelah dan letih bercampur menjadi satu,

sementara hasilnya pun tidak seberapa. Yang menyedihkan, istrinya kerap mual, karena ternyata kurang suka mencium bau bakso. . Akhirnya, warung bakso itu pun ditutup.

Menurut Aa Gym, seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja dan dimudahkan urusannya, atau selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orangtua, tanamkan jiwa wirausaha kepada anak-anak sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil dan latih mereka untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.

pengalamannya berdagang sejak kecil, membuat Aa Gym hafal dengan cara "bangkrut efektif", bagaimana "tertipu optimal", atau bagaimana usaha bisa remuk. Kunci kesuksesan Aa Gym dalam menjalankan roda bisnis di pesantrennya hingga berkembang menjadi 24 bidang usaha dalam 12 tahun, terletak pada pembangunan kredibilitas para pengelolanya, yang meliputi tiga aspek utama. Yaitu, nilai kejujuran, kecakapan (profesionalisme) dan inovatif. Nilai kejujuran yang diajarkan meliputi ketepatan dalam menepati janji; manajemen waktu; memiliki fakta dan data yang jelas; terbuka; kemampuan mengevaluasi; rasa tanggung jawab dan pantang putus asa.

Kecakapan dalam berbisnis ini selain diperlukan pendidikan, yang penting juga adalah pelatihan nyata. Seperti ditulis oleh Syafi'i Antonio dalam artikelnya yang menceritakan tentang riwayat Rasulullah yang telah mendapat pendidikan entrepreneurship sejak usia 12 tahun, ketika bersama pamannya Abu Thalib melakukan perjalanan bisnis. Pada usia 17 tahun beliau telah diberi tanggung jawab untuk mengurus seluruh bisnis pamannya, dan mulai merasakan persaingan dengan para pedagang yang lebih profesional. Menginjak usia 25 tahun beliau mendapatkan dukungan finansial dari konglomerat Siti Khadijah yang kemudian menjadi istri Beliau kebanyakan orang selalu meributkan modal berupa finansial. Padahal, menurut Aa Gym, modal itu adalah:

Pertama, keyakinan kepada janji dan jaminan Allah.

Kedua, kegigihan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar.

Ketiga, menjadi orang yang terpercaya (kredibel). Kredibel berarti sikap yang selalu jujur dan terpercaya; selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memuaskan, serta selalu berusaha mengembangkan ilmu, pengalaman, wawasan, sehingga bisa tampil kreatif, inovatif dan solutif.

Percayalah, sebelum kita lahir, rezeki sudah lengkap disiapkan oleh Allah Yang Mahakaya, katanya.

Kita hanya disuruh menjemputnya, bukan mencarinya. Yang harus diperoleh justru keberkahan dari jatah kita. Dan semua itu akan datang kalau kita bekerja di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Ada pun keuntungan bukan hanya berupa uang, harta, kedudukan, atau aksesoris duniawi lainnya. Bagi beliau, keuntungan itu adalah ketika bisnis yang dilakukan ada di jalan Allah, bisnis kita jadi amal shaleh yang disukai Allah, dan menjadi jalan mendekat kepada-Nya. Nama baik kita terjaga, bahkan menjadi personal guarantee. Dengan bisnis kita bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan; Dengan bisnis kita bertambah saudara dan tersambungnya silaturahmi. Dan, dengan bisnis semakin banyak orang yang merasa beruntung.


Bagi Aa Gym, usaha yang ditekuninya adalah sarana untuk teman-teman yang memiliki rezeki berlebih dan imengnginkan usaha yang halal serta maslahat, untuk bergabung dalam sistem bagi hasil. Oleh karena itu, setiap keuntungan, selain disisihkan untuk zakatnya, juga dikeluarkan

biaya pendidikan bagi kaum dhuafa, agar bisa maju bersama-sama. Dengan dukungan tim yang berakhlak baik, konflik menjadi minimal dan kebocoran pun nyaris nihil. Bahkan, sesudah kemampuan pengelolanya dikembangkan, kinerja perusahaan kian baik dan profesional.

Lantas, bagaimana dengan pola kepemimpinan Daarut Tauhid? Ternyata kepemimpinan di sini tidak lagi menempatkan figur sebagai sentral, sebagaimana di kalangan pesantren pada umumnya.


Tapi, kepemimpinan Daarut Tauhid telah menerapkan sistem pendelegasian kerja, sebagai pengalihan wewenang formal manajer kepada bawahannya. Pemimpin diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati dan mau melayani. Dari sisi manajemen, Daarut Tauhid telah menerapkan sistem lebih dari hanya sekadar menerapkan sistem manajemen modern, di mana sistem manajemen yang berkembang saat ini tidak menjadikan manusia hanya objek pelaku agar materi dan kapital semakin produktif Tapi, juga telah melahirkan aspek-aspek spiritual dan emosi dalam pemikiran manusia.


Daarut Tauhid menerapkan inti manajemen dan kepemimpinan sekaligus dalam konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang ditawarkannya. Dalam MQ, hati adalah fakultas utama dalam diri manusia yang sangat menentukan kualitas manusia itu sendiri. Jika dimanajemeni dan dipimpin dengan benar akan melahirkan manusia paripurna dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Daarut Tauhid pada awalnya hanya dikenal sebagai bengkel akhlak, tetapi sekarang lebih menonjol di bidang ekonomi. "Memang kami memiliki strategi tersendiri. Karena itu, visi dan misi Daarut Tauhid harus dikenali dahulu. Secara garis besar kami ingin membentuk SDM yang memiliki keunggulan dalam zikir, fikir dan ikhtiar, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," demikian penuturan Aa Gym.Dzikir, fikir dan ikhtiar ini merupakan konsep dasar dari MQ yang

diajarkan sehari-hari melalui hal-hal kecil.



Untuk menerapkannya, Daarut Tauhid memiliki lima aturan dasar pelatihan kepada para santrinya yang juga merupakan bagian dari roda perekonomian Daarut Tauhid. Pertama, seorang santri dilatih untuk berpikir keras, mengenal diri dan potensinya, sehingga ia mampu mengenal kekurangan dirinya; lalu memperbaikinya dan menempatkan dirinya secara optimal. Kedua, mereka dilatih untuk mengenal situasi lingkungannya. sehingga bisa mendapatkan manfaat dari

lingkungannya secara optimal, sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara profesional. Ketiga, mereka dilatih untuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Keempat, mereka dilatih untuk

mengevaluasi setiap hasil karya mereka, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dan senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kelima, ciri SDM yang akan dibentuk adalah yang unggul dalam berikhtiar. Kombinasi ibadah yang bagus, strategi hidup yang tepat dan ikhtiar dengan bersungguh-sungguh akan menjadikan hidup sebagai mesin penghasil karya.



Pola MQ sampai sejauh ini telah menghasilkan SDM yang unggul. Hal ini terbukti dari berkembangnya perekonomian di lingkungan Daarut Tauhid dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadapnya. Di antaranya, dengan kepercayaan untuk mengadakan pelatihan dan

pendidikan manajemen bagi para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN dan PT Kereta Api Indonesia. Mereka tertarik dengan konsep manajemen Daarut Tauhid, karena diyakini mampu meningkatkan etos kerja dan menurunkan tingkat penyelewengan kerja, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).



Dulu Aa Gym berpikir pas-pasan, yaitu pas butuh ada. Tapi, kini ia berpikir sebaliknya. Ia ingin menjadi orang kaya yang melimpah rezekinya, serta halal dan berkah. Mudah-mudahan menjadi contoh bagi orang yang mau kaya dengan tetap taat kepada Allah. Dan juga supaya orang tak memandang sebelah mata, karena menganggap kita butuh terhadap kekayaan mereka. Di samping itu, diharapkan pula sedikitnya bisa memberi contoh, bagaimana memanfaatkan kekayaan di jalan Allah.

..

Sumber : Majalah Manajemen No.169 September 2002.

www..tokohindonesia.com, Buku-buku A'a Gym

atuh bangun saat memulai sebuah usaha terkadang hinggap pada para pengusaha baru. Namun, janganlah menjadikan hal itu sebagai batu penghalang, justru kejadian tersebut harus diambil hikmahnya untuk menjadi pelajaran dalam memulai bisnis baru.

Hal itu diutarakan pengusaha asal Banda Aceh, Anas Zulham. Ia mengakui, beberapa kejadian yang membuat usahanya gulung tikar pernah dirasakannya. Tetapi, keinginan yang kuat untuk menjadi pengusaha mandiri membuatnya tetap tegar dan kembali bangun untuk menyusun rencana bisnis yang akan digeluti lagi.

Semenjak kuliah, Anas memang sudah memutuskan masa depannya untuk menjadi pengusaha. Ia pun mulai merintis dengan bisnis event organizer. Usai kuliah usaha EO ia tinggalkan karena harus pulang kampung ke Aceh. Nah, perjalanan karirnya dimulai disini.

Anas sempat membuka usaha dengan berjualan bakso. Sayangnya, usaha itu hanya berjalan sekitar satu tahun. Anas kembali mencari bisnis baru, ia mulai mendalami bisnis kontraktor. Selain itu, ia pun membuka café di kota Medan, lagi-lagi usaha di bidang makanan ini kembali bangkrut. Tetapi kontraktor tetap ia jalankan.

Sambil menggeluti kontraktor, Anas kembali membuka usaha lainnya. Kali ini ia memilih usaha di bidang ISP (Internet Service Provider), tapi bisnisnya ini kembali kandas dan harus ditutup. Namun, Anas rupanya belum menyerah untuk membuka lapak baru. Ia pun mencoba usaha impor semen dari Malaysia, lagi-lagi bisnisnya tak bertahan lama dan harus gulung tikar kembali.

“Dari kegagalan–kegagalan itulah saya belajar membuka usaha baru lainnya, dan dengan pengalaman yang ada akhirnya saya bisa eksis menjalankan beberapa usaha,” jelas Anas.

Setelah itu, Anas mulai membuka usaha di bidang travel. Usaha inilah yang membuatnya maju dan terus berkembang. Menurutnya, travel merupakan usaha yang sangat fleksible. Kendati demikian, tetap harus memiliki skill dan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkannya.

“Kita tetap harus punya rencana jangka panjang, target yang akan dituju, serta menempatkan positioning di pasar,” jelas Anas.

Sukses di bisnis travel, rupanya membuat Anas ingin kembali membuka bisnis baru. Ia pun membuat beberapa usaha baru seperti furniture, asuransi, agen oli, serta menjadi pengusaha emas. Menurutnya peluang yang ada dan dapat menghasilkan tak boleh disia-siakan, selama masih bisa dijalankan dan memberi keuntungan tak ada salahnya untuk membuka usaha baru.

“Tapi semuanya harus melengkapi, ada keuntungan yang dirasakan kita dan para pelanggan,” katanya.

Referensi : Pengusaha.co.id

Anas juga memberikan tips, untuk membuat usaha menjadi besar, jaringan pertemanan harus diperbanyak sebagai link untuk melakukan usaha. Selain itu, kerja keras dan kemauan yang kuat juga menjadi modal utama agar bisa menjadi sukses dalam berusaha.

Labels

About Me

Foto saya
kreatif atau mati 081931194193 buku tahunan, clothing garment, Advertising rendragarment@gmail.com

Followers